Postingan

Dee Lestari : Supernova #2 “AKAR” (Review)

Setelah tahun 2014 buku Supernova #1 “Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh” sukses menyita jutaan penonton di bioskop Indonesia. Ini mempengaruhi saya untuk melanjutkan membaca Novel Supernova #2 “AKAR”. Judul Buku : Supernova #2 “AKAR” Penulis : Dee Lestari Penerbit : Bentang Pustaka, 2012 dan pernah di terbitkan dengan judul yang sama                    di tahun 2002 Halaman: 262   Halaman Sekilas cerita novelnya    . . . Di buku ini masih sama dengan supernova #1 yang menyambut pembaca dengan lembaran paragraf yang berasal dari (Catatan pada suatu malam dingin hingga masuk angin). Gio yang datang mengunjungi Bolivia untuk bertemu dengan Chaska, Ibu dari teman Quechua-nya, Paulo yang sudah seperti Ibunya sendiri. Seorang yatim piatu bernama Bodhi yang menurut takdir dia harus di pertemukan dengan seorang Biksu yang lebih di kenal dengan sebutan Guru Liong. Bodhi jug...

Dee Lestari : Supernova #1 “Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh” (Review)

Dulu sekitar tahun 2009, pernah baca Novel ini, karena di rekomendasikan sama teman yang juga hobi sama karya nya Dee Lestari. Awal baca belum kepikiran kalau nantinya Novel ini akan di film kan seperti novel Ayat-Ayat Cinta yang sempat kontroversi saat cerita di dalam novel itu di filmkan. Judul Buku : Supernova #1 “Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh” Penulis : Dee Lestari Penerbit : Truedee Books, 2001 & Bentang Pustaka, 2012 Halaman: 322 Halaman Sekilas cerita novelnya    . . . Berawal dengan rangkaian paragraf yang berasal dari (Catatan pada Suatu Pagi buta di atas Rumah Tetangga). Dimas, George Washington University yang berasal dari keluarga Indonesia yang cukup Kaya dan Satu lagi Reuben, Mahasiswa John Hopkins School Of Medicine yang merupakan seorang anak beasiswa yang mungkin hanya cocok bergaul dengan buku-buku tebal untuk terus mengisi otaknya yang bisa saja sudah melebihi kapasitas yang di berikan Tuhan. Pertemuan pertama mereka itu tepat d...

Perjalanan Yogyakarta

Gambar
Perjalanan Ke Kota Jogja memang sudah di idamkan sejak saya masih berada di Sulawesi , entah kenapa ketika terlintas ingin berlibur yang pertama terbesit itu adalah Kota Jogja. Kalau memang saya bisa jadi liburan ke Kota tersebut, itu berarti kali kedua saya bisa berkunjung Kota bersejarah ini, dulu ketika masih SMA itu pertama kali nya saya ke Kota Jogja, tapi seiring berjalannya waktu dan semakin terbongkarnya keindahan lain dari sudut jogja, saya pun kembali tertarik berkunjung ke Kota tersebut. Sebelum di tanya kenapa saya tertarik lagi ke Kota Jogja, bagi teman-teman yang mengikuti perkembangan film Indonesia, saya yakin kalianpun pasti memasukan kota jogja ke list liburan kalian walaupun sebelumnya sudah sering sekali kalian berkunjung ke Kota tersebut. Kalian pasti tahu kan setting lokasi film “AADC2” yang ngehits banget pada masanya? Iyap..Jogja lah yang menjadi settingan lokasi utama di film tersebut, banyak sekali sudut-sudut keindahan jogja yang di angkat di film...

Kembali Mengembara Ke Bagian Timur Indonesia

Masih dalam musim Pengembaraan Anggota Muda Wanadri, Organisasi Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung ini memang tak pernah berhenti untuk membuat sejarah   dalam dunia petualangan. Tahun-tahun sebelumnya Wanadri memang sempat melakukan sebuah perjalanan besar (ekspedisi), dari mulai perintisan Jalur gunung Hutan, Pemanjatan tebing sampai Olah Arus Deras. Tepatnya di tahun 2016 kemarin Anggota Muda Wanadri baru saja melakukan dua ekspedisi besar, yaitu: Ekspedisi Tebing Kulat, Kalimantan dan Ekspedisi Olahraga Arus Deras Salu Uro, Sulawesi selatan. Perjalanan ini memang terkadang tak mengenal jarak dan waktu, karena selama kita siap kita pasti bisa melakukannya. Cukup memakan waktu lama untuk persiapan dua ekspedisi besar itu , hampir 9 bulan waktu yang di habiskan dari mulai persiapan sampai dengan kepulangan lagi di Bandung. Wanadri memang memiliki banyak mimpi besar, maka dari itu sebagai Anggota termuda di organisasi ini kami mencoba mewujudkan satu persatu mimpinya. Angg...

TAHUN KE-2 KAMI SEBAGAI ANGKATAN TOPAN RIMBA & PUSPA RAWA (DIES#2)

Gambar
Beranjak dari tahun pertama kita masih berstatus sebagai Anggota Muda Wanadri (AMW) yang masih memiliki tanggung jawab menyelesaikan programnya, tapi si tahun kedua ini kita sudah masuk program tahap 3 dan sibuk mempersiapkan perjalanan besar alias ekspedisi, kalau mengingat lagi impian terbesar kita di tahun pertama untuk menapaki kaki di tanah papua, rasanya tuhan memiliki rencana lain yang lebih baik dari keinginan kita dulu. Terbukti saja, walaupun kita tidak bisa menginjakkan kaki di tanah papua, tapi kita patut bangga dengan angkatan kita yang memiliki beragam kegiatan di tahap 3, karena bukan hanya terbentuk Tim Ekspedisi Tebing Karst kalimantan dan Tim Ekspedisi Olah Raga Arus Deras Salu Uro Sulawesi Selatan saja, masih ada lagi Tim ekspedisi lainnya seperti : Tim pendataan Mayangan (Subang), Tim Buku Sejarah Wanadri, Tim Video perjalanan Wanadri yang semuanya turut memberi sesuatu yang berguna bagi organisasi. Sedikit yang kami lakukan, tapi semuanya itu untuk wanadri, ...

TAHUN PERTAMA KAMI SEBAGAI ANGKATAN TOPAN RIMBA & PUSPA RAWA (DIES #1)

Gambar
Di terpa di medan latihan yang sama selama 30 hari lamanya dari tahap pendaftaran awal berjumlah 300 Calon siswa, gugur ditahap seleksi Pendidikan Dasar Wanadri dan hanya sisa 174 yang resmi menjadi siswa dan bisa mengikuti Pendidikan Dasar Wanadri (PDW) 2014. Berjuang melawan teriknya matahari, menahan rasa sakit yang sempat hinggap karena rasa lelah, menghiraukan godaan kehidupan nyata yang sesungguhnya bisa saja kita bersantai dan tidak perlu mengikuti latihan ini, tapi semesta berkata lain. Mungkin sudah menjadi skenario Tuhan untuk bisa saling bertemu di hutan dengan tampilan seadanya, tanpa riasan sedikitpun, tapi itu tidak membuat kita menjauh, bahkan dengan kondisi kita seperti itu, terasa semakin eratlah awal persaudaraan kita. Berjalan menapaki jalan raya, memanjat tebing terjal, mengarungi arus deras, menahan teriknya matahari sepanjang jalur rel kereta api, menyusuri medan rawa laut, kembali berjalan menapaki jalan raya yang lebih jauh dan mulai masuk k...

Film Dilan 1990 (Review)

Mau Review film Dilan 1990  nih, tapi jangan pada baper yah , Janji? Saya Mau Review dari mulai Property yang di gunakan di Film Dilan, karena memang judulnya Dilan 1990 dan property yang di gunakanpun cukup mewakili zaman 90-an, yang dimana tipe rumah, kursi, mobil dan masih ada telepon umum koin yang memang  cukup antik pada zamannya. Suasana dari 1990-an cukup membawa kita sebagai penonton hanyut dalam masa-masa yang sama, kalau memang kalian lahir di 1990-an mungkin kalian bisa lebih merasakan dari pada saya, film ini berusaha menggambarkan Kota Bandung masih sangat sejuk pada tempo beberapa tahun silam, karena tahun 2018 ini Bandung sudah sangat banyak perubahan, untungnya sutradaranya masih bisa mendapatkan lokasi-lokasi yang mendukung untuk Film ini. Alur cerita, sejujurnya saya harap untuk kalian yang berkomentar lebih mending baca dulu tiga novel Ayah Pidi Baiq setelah itu kalian boleh nonton deh. Bukan berarti yang belum baca gak boleh nonton loh yah . ....